Yup….itulah yang masih menjadi dilema buat saya pribadi. Memiliki anak dalam sebuah pernikahan adalah sebuah anugerah yang diberikan Allah kepada umat manusia. Seperti pepatah berbicara : “Mendapatkan sebuah kepercayaan sangatlah sulit, tetapi akan jauh lebih sulit memelihara sebuah kepercayaan”…

Jika kita melihat pergaulan anak muda saat ini, saya hanya bisa mengelus-elus dada, bagaimana dengan nanti ketika anak gadis saya menanjak dewasa?????

Mendidik anak ibarat memegang sebatang sabun, terlalu mengekang tidak bagus juga untuk perkembangannya apalagi dibiarkan saja seperti air mengalir. Coba bayangkan, dirumah anak kita bersikap sopan, alim dan tidak pernah membangkang tapi apakah diluar rumah dia akan seperti itu???

Cukup miris bagi saya membaca sebuah berita dikalimantan Timur dimana tujuh pelajar sebuah SMA swasta di Tarakan, setelah mengikuti ujian semester, mereka mengadakan pesta miras (minuman keras). Aktivitas tersebut dipergoki satpol PP yang langsung menangkap mereka. Pesta miras itu dilakukan di sebuah rumah kos di Jalan Imam Bonjol, Markoni, Tarakan. Ironisnya, aktivitas negatif itu dilakukan saat mereka masih berseragam sekolah. Yang lebih memprihatinkan, lima di antara tujuh pelajar itu adalah perempuan. Sampai beberapa jam setelah diciduk, dua pelajar di antaranya masih mabuk berat. Dua lainnya terus muntah-muntah.

Melihat kejadian tersebut, saya selalu berpesan kepada anak gadis saya seperti ini :

“Ayah hanya ingin kamu menjadi anak yang baik”

Menjadi anak yang baik bukan berarti kamu bodoh, menjadi anak yang baik bukan berarti kamu tidak berahlak….

Bagi ayah percuma saja kamu pintar tapi diluar sana kelakuanmu seperti anak yang tidak berpendidikan…

Bagi ayah percuma saja kamu menjadi anak yang sholeh tapi diam2 maksiat kamu lakukan…

Sobat, sulitkah mendidik anak???

Jika punya masukan mohon kiranya memberikan comment, saya tidak melihat siapa yang akan memberikan saran, asalkan itu bermanfaat pasti akan saya pergunakan.

Salam hangat.