Ternyata tidak ada ruginya jika melaksanakan fatwa MUI tentang Haramnya merokok untuk Anak-anak, Remaja, Wanita Hamil dan ditempat umum yang dikeluarkan pada awal tahun 2009. Selain Rokok amatlah berbahaya untuk paru-paru dan jantung manusia rokok juga dapat mencederai mulut dan gigi sang perokok tersebut. Seperti halnya musibah yang menimpa Sdr.Andi Susanto, ia harus dijahit sebanyak 51 jahitan dimulut karena rokok yang dihisapnya meledak. Hingga saat ini Andi masih dirawat di Rs.Adam Thalib Cibitung (Okezone.com) dan kondisinya pun berangsur membaik.

Tragedi yang menimpa Sdr.Andi Susanto adalah sebuah kisah dari biasnya fatwa MUI tentang Haramnya Merokok. Bagaimana tidak, larangan merokok yang hanya ditujukan untuk kalangan anak-anak & remaja, ibu hamil dan merokok ditempat umum seharusnya difatwakan untuk siapa saja tanpa terkecuali dan dimana saja sebab pengecualian justru akan memberikan peluang untuk berdebat juga membuat bingung masyarakat.

Rokok diharamkan karena ia termasuk Khabits (sesuatu yang buruk) dan mengandung banyak sekali mudharat, sementara Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya membolehkan makanan, minuman dan selain keduanya yang baik-baik saja bagi para hambaNya dan mengharamkan bagi mereka semua yang buruk/Khaba’its (voa-Islam). Mungkin akan sangatlah susah bagi masyarakat kita untuk mengerti akan bahaya rokok sebab dari pemerintah kitapun masih membiarkan pabrik-pabrik rokok tetap exist hingga saat ini. Hanya kesadaran tiap invidu akan bahaya merokok didalam masyarakatlah yang mungkin bisa memberikan arti sebuah kata HARAM terhadap fatwa MUI tersebut.

Hisaplah daku dan TBC lah paru-paruku…
HIsaplah daku dan………

Salam