Berhati-hati didalam perjalanan memang sangat diperlukan apalagi jika jenis transportasi yang kita gunakan adalah angkutan umum. Sebuah kejadian yang cukup membuat saya dan istri hanya bisa mengelus dada didalam perjalanan pulang cilegon serang menimpa sepasang suami-istri yang hendak pulang kampung menuju Indramayu.

Bermula ketika angkot yang kami tumpangi berhenti untuk menaikan penumpang dibilangan Serdang kota Cilegon. Sebelum penumpang tersebut naik sayup-sayup saya mendengar penumpang itu berbicara dengan sang supir, “bang lima ribu bisa sampe serang ngga”, lalu sambil  mengangguk sang supir mengambil uang lima ribu tersebut.

Setelah duduk berhadapan, nampak dihadapan saya sosok lelaki yang berusia sekitar 40 tahunan dan sosok perempuan yang sedang menggendong anak kecil. Tak lama lelaki itu memulai pembicaraan :

Penumpang : Mas kalau kantor dinas sosial dimana yah? saya diajak muter2 sama  tukang ojek eh malah ditinggalin dipinggir jalan

Saya                : memangnya kenapa pak?

Penumpang : itu mas, saya kecopetan tadi dikapal ferry, sadarnya pas lagi mau bayar angkot dicilegon, kalau toko emas malem begini ada yang buka ngga yah mas? saya mau jual mas kawin 1.5 gram

saya                 : wah toko mas gini hari sih pasti sudah pada tutup pak

Penumpang  : kalau kantor polisi diserang mas tau ngga?

Saya                 : yang saya tau ada didekat pasar lama sebelum pertigaan

Penumpang   : kira2 polisi bisa bantu kami ngga yah mas sebab kami harus  pulang ke Indramayu, nenek anak kami meninggal dunia kemarin.

Saya                  : wah kalau itu saya tidak tau, tergantung dari kebijaksanaan polisi disana pak. memang bapak dari mana mau kemana? trus kenapa kok bisa kecopetan?

Penumpang    : saya dari Bratasena, lampung mas, kemarin dikasih kabar kalau ibu meninggal dunia, binggung ngga punya uang hp kamipun kami jual cuma laku 700 ribu. dikapal ferry kami tertidur, kami ngga sadar kalau uang kami sudah dicopet, pas mau bayar dicilegon tau-tau uang kami sudah ngga ada, minta tolong sama tukang ojek dicilegon, malah diajak muter2 nyari kantor polisi sudah gitu kami ditinggalin dipinggir jalan.

Ketika percakapan terjadi dalam hati tak berhentinya saya mencoba istigfar sebentar tangan kanan ini merogoh uang dan dompet dikantong. Bukan bermaksud untuk negatif thingking, tapi hal-hal seperti itu patut diwaspadai jika kita menaiki angkutan umum. sebab saya pribadi pernah mengalami kejadian raibnya HP dari kantong.

ketika hendak turun, istri saya menyelipkan sesuatu ke tangan si perempuan tersebut, lalu saya berpesan kepada sang supir untuk diturunkan dikantor polisi terdekat. “Bun tadi ngasih uang yah?”  Iya yah, kasihan kalau memang cerita mereka itu beneran, kebayang ngga kalau kejadian itu  menimpa kita.

Semoga alloh SWT memberikan perlindungan kepada keluarga  penumpang tersebut, walau bagaimanapun kewaspadaan dalam menempuh perjalan sangat diperlukan.semoga kejadian tersebut tidak menimpa kita semua.

Wasalam