Yang namanya cobaan pasti datang tanpa diundang,
Yang namanya cobaan pasti datang ke siapa saja tanpa terkecuali,
Yang namanya cobaan bisa menjadi sebuah teguran atau peringatan dari Alloh SWT,
Cobaan bisa berupa apa saja, salah satunya bisa melalui yang namanya sakit.

Adalah cacar air yang kini datang menghampiri keluarga saya, penyakit yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan nama Varicella merupakan penyakit infeksi yang sangat dengan mudah menular diakibatkan oleh virus Varicella Zoster. Varicella ditularkan melalui cairan dari saluran pernafasan misalnya bersin, batuk ataupun kontak langsung dengan cairan dari lepuhan kulit penderita ataupun secara tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan lepuh si penderita.

Gejala awal dari cacar penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah, gejala awal ini sama dengan yang terjadi pada istri saya.

Cacar ternyata ada beberapa jenis, Untuk cacar air sendiri dikenal dengan nama Varicella, Sementara itu, cacar monyet atau cacar api adalah penyakit kulit lain disebut impetigo. Impetigo terdiri atas dua jenis, yakni impetigo krustosa (pada beberapa daerah) yang biasa disebut cacar madu, dan impetigo krustosa atau cacar api (cacar monyet). Meskipun sama-sama disebut cacar, kedua penyakit ini (cacar madu dan cacar api) tidak sama dengan cacar air, cacar air disebabkan virus, sedangkan cacar api adalah bakteri Staphylococcus. Virus dan bakteri adalah dua jenis sumber penyakit yang berbeda. Karena itu, penanganan yang diperlukan berbeda pula.

Cacar madu merupakan kelainan yang terjadi di sekitar lubang hidung dan mulut. Cirinya adalah kemerahan di kulit dan lepuh yang cepat memecah, sehingga meninggalkan keropeng (kulit mati) yang tebal dan berwarna kuning, seperti madu. Bila keropeng dilepaskan, terlihat luka lecet di bawahnya. Bandingkan dengan cacar api yang sering muncul di ketiak, dada, dan punggung. Cirinya adalah muncul warna kemerahan di kulit dan gelembung-gelembung (mirip kulit yang tersulut bara api rokok). Kemiripan inilah yang mungkin membuatnya disebut cacar api.

Gelembung di kulit ini berisi nanah yang mudah pecah. Cacar api sangat mudah menular dan berpindah dari satu bagian kulit ke bagian lain. Jika terjadi pada bayi baru lahir, infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Penyakit ini dapat disertai demam dan menimbulkan infeksi serius. Karena penyebabnya berbeda, pengobatan kedua jenis cacar tersebut di atas juga berbeda. Meski demikian, ada pula kesamaan di antara keduanya, yakni menimbulkan bekas kalau sampai pecah dan jenis cacar air lebih berat bekasnya.

Selain kedokter iseng-iseng saya mencoba mencari pengobatan tradisional sebagai alternatif lain, dan beberapa yang akan saya coba adalah sebagai berikut :

Untuk Pemakaian dalam :
Resep 1 :
30 gram temu lawak + 25 gram kencur + 15 gram asam jawa + 15 gram jahe, dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2-3 kali sehari.

Resep 2 :
2 buah mengkudu matang dicuci dan dijus, atau diparut dan diambil airnya, lalu diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.

Untuk Pemakaian luar :
Resep 1 :
Kunyit + daging buah asam (asam kawak) masing-masing secukupnya ditumbuk halus, tambahkan minyak kelapa secukupnya, dipanaskan sebentar, setelah dingin dioleskan pada bagian kulit yang terkena cacar air.

Resep 2 :
Daun asam dan kunyit masing-masing secukupnya dicuci dan dihaluskan, lalu dipakai untuk mengoles kulit yang gatal karena cacar air.

Catatan : untuk perebusan gunakan periuk tanah atau panci enamel atau panci kaca.

Bunda,….Putri, semoga lekas sembuh yah…..

Sumber :
bsriwidodo.wordpress.com,
Wikipedia, cyberhealth.cbn.net.id