Pertanggal 1 April 2010 nanti pengendara roda dua diwajibkan untuk menggunakan helm yang ber-SNI, hal ini sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 57 dan pasal 106, dimana pengemudi dan penumpang kendaraan bermotor wajib menggunakan helm yang memenuhi SNI jika tidak denda sebesar RP. 250,000.- pun harus dibayar bagi para pelanggar.

Menanggapi hal tersebut, Badan Standardisasi Nasional mengadakan kegiatan tukar tambah (Trade-in) untuk helm yang tidak ber-SNI pada tanggal 01 April 2010 bertempatan di Plasa Selatan Gelora Bung Karno Jakarta. Kegiatan ini sebenarnya sudah dimulai pada tanggal 28 Maret 2010 di Jembatan Suramadu, melewati lima kota, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Bandung, dan Jakarta, dan melibatkan ratusan pengendara motor (bikers) dari lima kota tersebut. Deputi Bidang Informasi dan Permasyarakatan Standardisasi BSN Dewi Odjar Ratna Komala menjelaskan, reli maraton tersebut dilakukan untuk memberikan kesadaran pada masyarakat atas penggunaan helm ber-SNI. “Kami mengadakan tukar tambah. Bukan gratis, karena eksesnya negatif,” ujar Dewi.

Selain spot tukar tambah, kata Dewi, juga akan didata profesi pengguna helm seperti tukang ojek, tukang sayur, atau tukang roti untuk dibuat “arisan” helm. “Nanti akan dibuat arisan di masing-masing lokasi ojek, misalnya, mereka ditawarkan menukar helm lama dengan yang ber-SNI melalui sistem cicil,” katanya

Memakai helm yang Ber-SNI diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan lalu lintas sebab Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Babinkam Polri Kombespol Bambang Sukamto menuturkan, angka kecelakaan lalu lintas dunia sesuai laporan WHO mencapai 1,2 juta per tahun. Sementara di Indonesia, data Polri menunjukkan angka kecelakaan sebanyak 15 hingga 18 ribu per tahun, sedangkan data Jasa Raharja menyebutkan angkanya hingga 30 ribu per tahun, cukup miris bukan…

Semoga pemakaian helm ber-SNI diikuti perbaikan perilaku sang pegendaranya, sebab percuma saja jika perilaku mereka masih ugal-ugalan karena justru akan menyumbang jumlah angka kecelakaan di Indonesia.

Sumber : Vivanews