Kini Kamipun “Mengharamkan” Barang tersebut

Honda Tiger Mailing List atau sering disebut HTML kini sudah berusia 9 tahun. Dengan tema “HTML 9 Tahun, Satu Jiwa dan Pikiran Dalam Kesetaraan”, HTML mengajak anggotanya untuk menciptakan budaya lalu-lintas jalan raya yang aman, sopan dan ramah lingkungan. Dalam perayaan Ulang Tahun yang diadakan di Gedung KUD Jln. Soekarno hatta, Bandung HTML menyerukan kepada semua member untuk tidak menggunakan Sirene dan strobo, hal ini dilakukan sebagai wujud penerapan UU Lalu Lintas Angkutan Jalan ( UU LAJ) No. 22 tahun 2009

Sebagai tamu penting pada acara ultah HTML tersebut, hadir dua orang petugas polisi yang mewakili pimpinan Kepolisian Wilayah Jawa Barat. Pesan yang disampaikan oleh seorang Polwan sebagai perwakilan dari Kepolisian Jawa Barat adalah agar bikers tetap menjunjung tinggi etika berkendara, menghormati sesama pemakai jalan (red=masyarakat). Tetap menjaga ketertiban umum dan mematuhi semua peraturan UU Lalu-Lintas yang berlaku. Yang lebih penting lagi adalah, menghindari sikap arogansi, apalagi ingin menguasai jalan hanya untuk kepentingan kelompok. (Stephenlangitan.com)

Untuk menjadi contoh yang baik dalam berkendara dijalan raya tidaklah mudah, sebab pada prakteknya masih terdapat pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan para anggota HTML itu sendiri, salah satunya adalah pemakaian Sirene dan Strobo. Mungkin kita sering merasa kesal, ditengah-tengah kemacetan khususnya di ibu kota Jakarta tiba dari belakang terdengar raungan sirene dan kelap-kelip lampu biru meminta jalan, setelah diberi eh ternyata hanya seorang pengendara motor dengan arogannya bak seorang pejabat penting yang mau lewat.

Arogan???!!!, tentu saja, sebab sudah jelas dalam UU No.22 tahun 2009 bahwa penggunaan lampu isyarat warna biru hanya boleh dipergunakan oleh mobil petugas Polisi,mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, mobil jenazah dan mobil patroli jalan tol. Jadi bagaimana jika yang memakai lampu-lampu itu bukan penegak hukum atau motor pengawal? Jawabannya tentu adalah dilarang!

Memang sulit mengajak suatu kebaikan kepada orang lain, tapi alangkah lebih jika kebaikan itu kita mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu. Semoga Pemakaian Strobo dan Sirene akan berkurang. Saya berharap jika masih ada pengendara motor yang masih mengunakan lampu Strobo dan Sirene, itu bukan dari HTML, sebab kami sudah mengharamkan kedua barang tersebut.

Salam

HTML-1155

Gambar ini adalah acara simbolis pencopotan semua peralatan sirene dan lampu strobo yang dilakukan oleh bro Dinar selaku founder HTML dengan NRA HTML 001. Peristiwa ini disaksikan oleh para member HTML, maupun tamu yang hadir di lokasi acara ultah HTML di Bandung. Semoga hal ini menjadi contoh dan diikuti oleh semua bikers di seluruh Indonesia! (Stephenlangitan.com)

42 thoughts on “Kini Kamipun “Mengharamkan” Barang tersebut

  1. cah ndeso says:

    salut dah buat HTML yang sudah menerapkan hukum Haram untuk barang2 tersebut.

    Jika ingin maju, harus ada yang menjadi contoh / panutan. Semoga HTML bisa menjadi panutan bagi klub2 sejenis di Indonesia.

    Salam sukses dari Lereng Muria Mas😆

  2. bayu putra says:

    waw coba kalau main2 ketempat saya mas..rata2 bunyi kendaraannya nyaring semua..jalan raya sudah kaya sircuit road race…saya yg sering terganggu ulah anak muda yg bikin kesel karena rumah saya di pinggir jalan..

  3. bayu putra says:

    salam kenal mas ini kunjungan perdana saya,, sungguh kehormatan bagi saya bisa berkunjung kelaman mas..oh ia saya juga sudah mentautkan blog mas di blog saya..supaya saya bisa berkunjung lagi ke laman mas..salam. kenal dari saya di Kalimantan Tengah.

  4. citromduro says:

    mantabs mas
    salut buat HTML yang sudah memberikan contoh yang baik
    tahap awal biasa ada pelanggaran namun dimasa mendatang saya yakin pasti bisa kalau terus digalakkan

    sukses html

  5. Ruang Hati says:

    Siapapun Kita semua yang ada di dunia sekarang. baik itu seorang pelajar atau pejabat, baik seorang jendral maupun kopral, baik seorang mahasiswa ataupun taruna, baik itu seorang penjahat ataupun pelacur, baik itu seorang koruptor atau pun director, baik seorang menteri ataupun seorang peragawati. Kita semua terlahir dari rahim ibu, ibu yang dengan tulus ikhlas mengandung merawat dan membesarkan kita hingga sekarang kita menjadi seperti ini. Coba saja kalo ibu kita tidak ikhlas mungkin kita sudah di aborsi. Ketika kecil kita sakit beliau merawat kita, ketika kita belum bisa berjalan, beliau menuntun kita, ketika kata belum terucap beliau membimbing kita. Siapapun ibu kita entah renta atau masih muda, entah masih bersama kita ataupun sudah tiada, mari kita ucapkan terima kasih pada beliau, mari kita kasihi beliau sebagaimana kita dulu beliau kasihi, Ya Tuhanku berikanlah tempat teramat istimewa bagi ibuku tersayang.

    Selamat Hari Ibu

  6. cah ndeso says:

    Salam silaturahim dari Lereng Muria😆
    Sambil mengucapkan Selamat Hari Ibu tapi ndak mudeng yang keberapa ini yah?🙄

    Semoga Ibu-ibu di Indonesia masih semangat buat ngeBlog😎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s